Sabtu, 06 November 2010

CERPEN NGARANG

MIMPI BURUK

“ Put, aku sayang kamu.”
Ucapan jujur itu tiba-tiba meluncur dari mulut azmi. Aku langsung kaget beberapa
menit aku terdiam.
“ maksud kamu?” Tanya aku
Tangan kanan azmi manggenggam tanganku. Aku gak tau perasaan ini ada sejak kapan. Yang pasti aku sayang benget sama kamu. Mi, ko bias-bisanya kamu menghianati cinta Karra.
Doni menundukan kepalanya, “ aku baru sadar, aku solah mencintai seseorang”katanya pelan. Kepalanya perlahan terangkat. Mata kami beradu ada perasaan aneh yang tiba-tiba hadir, “ Aku sayang kamu, Putt. Bukan sama Karra.”
Aku tediam. Ada perasaan senag dalam hati. Mungkin, karena aku sudah lama tidak merasakan cinta. Tapi, aku tidak munkin menghianati Karra. Dia sahabatku lalu bagaimana dengan Azmi.
“ Please Putt,” ujar Azmi Sisi licikku timbul. Aku menganguk,
“ tapi Karra gak boleh tau”. Syaratku
Azmi tersenyum.” Ya” kata Azmi singkat. Aku memandang Azmi. Kini perasaan bersalah mulai menghantuiku. Tersiksa sekali aku saat aku harus melihat Azmi memeluk Karra di hadapanku. Sedangkan aku hanya bias diam tanpa tindakan apapun, padahal aku merasa memiliki Azmi.
Apa yang harus aku lakukan? Di satu sisi aku pacar Azmi, di sisi lai aku tidak ingin menghianati Karra.
Sebuah ketidak munginan untuk jujur pada Karra. Aku sangat mengenal Karra. Dia begitu sakit hatinya. Aku tidak dapat membayangkan jika Karra harus berpisah dengan Azmi. Telebih, ji9ka diAa tahu Azmi meninggalkannya demi aku.
“ Putt, ada apa? Kok tiba-tiba ngajak ketemuan “
“ kita harus akhiri semuannya.” Kataku tanpa basa-basi
Kulihat wajah Azmi berubah, “ maksud kamu, aku harus jujur ke Karra tentang hubungan kita? Itu… itu.. gak mungkin banget, Putt.”
“ kamu gak perlu ngomong ke Karra. Karra gak boleh tau apa yang terjadi.”
Aku berdiri, “ anggap aku gak penah hadir dalam kehidupan kamu” ucapku langsung pergi. Tapi tanggan Azmi menahanku, “ aku gak mungkin melakukan itu, putt.”
“ Please, MI. Tinggalin aku. Munkin ini yang terbaik buat kita semua.” Kataku tanpa membalikan tubuhku tadi. “ semua ini melelah kan Mi. aku gak mungkin membohongi Karra terus menerus.
Azmi melepaskan genggamannya, “ aku jadi ngerasa jadi orang paling munafik sedunia.” Kataku.
“ Sekarang lupakan apa yang sudah terjadi. Kita mulai semua dari awal. Dan anggap aku hanya seorang sahabat.
Plok…! Plok…! Plok…!
Sebuah tepuk tangan terdengar dari belakang kami. Aku menoleh ke belakang. “ Karra?”ucapku tetahan
“ Ngak nyangka, aku naggak nyangka, Putt! Aku di bohongi sahabatku sendiri.” Ucapnya
“ mmmm,, kar,, a….aku…”
Aku gak bisa ngomong, dan aku binggung apa yang harus aku omongin. Kata yang tidak pernah Karra ucapkan kini mengarah kepadaku .
“ Kamu keterlaluan, Putt. Aku nggak kamu setega itu, kita udah sahabatan lamakan, putt. Dan kamu norbanin persahabatan yang sudah kita jalin demi cowok kaya gini,” kata Karra.
“ Ka, aku bisa jelasin semuannya!”
“ Aku nggak percaya lagi!” ujar Karra sambil berlari. Aku menanggis. “ Aku sudah menyakitinnya. Teman macam apa aku?” kataku dalam hati.
Kupandangi tubuh Karra yang mulai menjauh. Persahabatan itu ikut pergi.
Tiba-tiba aku melihat sebuah mobil melaju kencang kea rah Karra. “ ya Allah. Jangan!” teriakku. Perasaan tidak enak. “ Karra, awas!” teriakku lagi. Tapi terlambat. Mobil itu sudah terlebih dahulu menyambar tubuh Karra. Ia terlempar beberapa meter dariku. Bau kematian semakin menhampiriku. Pandanganku kabur.

“ Karraaaaaa!”
“ Putt, Putri! Bangun!”
Aku terbangun kaget dan memandang sekeliingku, “ Lho, inikan kamarku?” pikirku.
“hei, kamu gak apa-apa kan?”
Aku menoleh. “ Teteh?” batinku heran. “ Karra mana?” tanyaku. “ Karra? Ya di rumahnyalah. Kamu mimipi apa sich sampai teriak-teriak gitu? Pake nangis-nangis esegala,” uajar kakaku Rani. Orang-orang di sekelilingku tertawa.
“ cepet bangun, Karra nelpon tuch. Katanya hp kamu sibuk. Jadi dia telpon ke rumah. Ech ternyata kamu memang lagi sibuk. Sibuk mimipi.” Kata kakaku sambil menertawaiku.
“ hah, jadi Cuma mimpi?” kataku tak percaya.
“ buruan Putt!” kata ka rani
“ ya!” ujarku sambil nyogot dan berdiri dari tidurku.
“ hai Putt, tolongin aku donk . aku lagi marahan sama Azmi nich.”
“ upss, lalu mimpi itu?” Tiba-tiba sebuah ide terlintas di otakku.
“ Karra kamu sama Azmi kan udah pacaran selama 2 tahunkan. Massa sich gak tau sifatnya?”tanyaku.
“ mmmmm,,…. Tahu sich.”
“ ya udah kalau gitu gak perlu aku nyelesaiin masalah kalian, kan?” tanyaku.
“ mm,,, ya sich ya udah dech ku cuba nyelesaiin masalah ini sendiri ech udah dulu ya Putt. Sorry juga kalau aku suka ngerepotin kamu. Dah putri!”kata Karra memutuskan pembicaraan.
Aku mengehelai nafas pelan. Sepertinya mulai saat ini aku gak pelu ikut camput urusan mereka. Gara-gara mimpi itu aku jadi ingin menjadi taman tebaik buat Karra. Karena memang aku sahabat karra bukan musuhnya.

SELESAI